Sabtu, 07 Oktober 2017

biogas

BIOGAS Energi Alternatif untuk pembangkit listrik


Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan-bahan organik oleh mikroorganisme dalam kondisi tanpa oksigen (Anaerobik). Biogas adalah campuran dari beberapa gas seperti CH4 dan CO2 yang dihasilkan oleh bakteri metanogen atau metanogenik melalui proses fermentasi anaerobik. Komponen utama Biogas adalah : ± 60 % CH4  (metana), ± 38 % CO2 (karbon dioksida) dan ±   2 %  campuran gas N2, O2, H2, & H2S.
Biogas dapat dibakar seperti elpiji, dalam skala besar biogas dapat digunakan sebagai bahan bakar dari pembangkit energi listrik, sehingga dapat dijadikan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan terbarukan.

Dalam satu meter kubik (1 m3) biogas setera dengan:
    • Elpiji [0,46 kg]
    • Minyak tanah [0,62 liter]
    •  Minyak solar [0,52 liter]
    • Bensin [0,80 liter]
    • Gas kota [1,50 m3 ]
    • Kayu bakar [3,50 kg ]
    • Dalam 1 m3 biogas dapat menyalakan lampu listrik 60-100 watt selama 6 (enam)  jam
    • atau dapat digunakan untuk memasak untuk kebutuhan 5-6 orang.


            Untuk menghasilakan biogas ada beberapa kondisi yang harus dipenuhi
    •      Suhu yang dibutuhkan      : 30-35°C
    •       Perbandingan C/N            : 30 / 1
    •       Sistem                               : Anaerob (tidak ada oksigen)
    •       pH                                     : 6.7- 7.5
    •       Waktu                               : 30 hari sampai dpt menghasilkan BIOGAS

Pada fermentasi anaerobik dalam pembentukan biogas terjadi dalam tiga tahap prose yaitu:
    • Hidrolisis, penguraian bahan – bahan organik kompleks yang mudah larut seperti lemak, protein dan karbohi
    • Pengasaman, senyawa yang terbentuk dari tahap hidrolisis menjadi sumber energi bagi bakteri membentuk asam seperti asam asetat, asam propionat, butirat dan asam laktat
    • Metanogenesis, bakteri methanococcus, methanosarcina dan methano bacterium mengubah produk lanjutan dari pengasaman menjadi metan, karbondioksida dan air merupakan komponen penyusun biogas





Ilustrasi sistem instalasi satu unit biogas

Melalui proses pembuatan BIOGAS, menyisakan limbah dengan kandungan nitrogen, fosfor dan kalium yang lebih tinggi, sehingga limbah biogas menjadi sangat ideal sebagai pupuk organik. Selama proses pembuatan BIOGAS, bibit penyakit juga mati. Limbah BIOGAS merupakan pupuk yang ideal untuk kesehatan tanaman.

dipublikasikan oleh:
http://cvlusika.indonetwork.co.id








Tidak ada komentar:

Posting Komentar